Kotlin Multiplatform (KMP) adalah teknologi dari JetBrains yang memungkinkan developer berbagi logika bisnis (business logic) antara platform Android, iOS, web, dan desktop — sambil tetap mempertahankan native UI di setiap platform. Di tahun 2026, KMP telah menjadi pilihan utama untuk pengembangan mobile cross-platform.
Bagaimana KMP Bekerja?
KMP menggunakan mekanisme expect/actual: kode shared ditulis dalam Kotlin (commonMain), sementara implementasi spesifik platform ditulis di androidMain dan iosMain. Compiler Kotlin menghasilkan bytecode yang sesuai untuk setiap target.
Struktur Project KMP
my-kmp-app/
├── shared/ # Kode bersama
│ ├── src/
│ │ ├── commonMain/ # Business logic bersama
│ │ ├── androidMain/ # Implementasi Android
│ │ └── iosMain/ # Implementasi iOS
│ └── build.gradle.kts
├── androidApp/ # Android UI (Jetpack Compose)
├── iosApp/ # iOS UI (SwiftUI)
└── build.gradle.kts
Kelebihan KMP Dibanding Alternatif
- Flutter: UI cross-platform (bukan native). KMP menggunakan native UI — tampilan asli platform masing-masing
- React Native: Bridge ke JavaScript menambah overhead performa. KMP berjalan langsung sebagai native Kotlin/Swift
- Flutter vs KMP: Pilih Flutter jika ingin UI seragam antar platform. Pilih KMP jika ingin native look-and-feel dengan shared logic
Setup Project KMP
// settings.gradle.kts
pluginManagement {
repositories { google(); mavenCentral(); gradlePluginPortal() }
}
dependencyResolutionManagement { repositories { google(); mavenCentral() } }
rootProject.name = "MyKMPApp"
include(":shared")
include(":androidApp")
Kesimpulan
Kotlin Multiplatform adalah pilihan tepat jika prioritas Anda adalah native UI, performa tinggi, dan shared logic. Dengan dukungan penuh JetBrains dan Google, KMP menjadi standar baru untuk mobile development di 2026.






